Najwa Shihab Tertunduk Dengar Kisah Pilu Jeritan Sopir Ambulance Jenazah Corona Hingga Kesaksian Pemakaman Yang Menyedihkan:"Pengen Teriak"

Najwa Shihab baru-baru ini mengunggah sebuah video saat ia tengah mewawancari seorang narasumber yang berprofesi sebagai sopir mobil jenazah Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Pemprov DKI Jakarta, Muhammad Nursyamsurya. Najwa terlihat tertunduk saat mendengar curhatan dari Nursyamsurya perihal jenazah korban positif virus corona.

Dalam program "Mata Najwa", Nursyamsurya mengatakan bahwa ia sangat sedih melihat puluhan jenazah yang setiap hari harus dimakamkan sesuai dengan protap Covid-19. Ditambah lagi dengan masih banyaknya masyarakat yang belum sadar akan bahaya Covid-19.

Sponsored Ad

"Seharusnya mereka tahu mbak Nana (panggilan akrab Najwa), jalanan itu masih penuh, masih macet. Seharusnya mereka tahu apa yang kami kerjakan sekarang. Tolong ikuti instruksi dari pemerintah, diam di rumah, kurangi pekerjaan kami, sedih lihatnya mbak Nana," ungkap Nursyamsurya melalui video call yang diunggah di laman akun Instagram-nya pada hari ini, Kamis (16/4).

Setelah itu, Najwa menanyakan apa yang ingin dilakukan oleh Nursyamsurya ketika sedang menyetir mobil jenazah di tengah kemacetan. Apalagi Nursyamsurya juga sering menemukan kemacetan saat dini hari.

Sponsored Ad

"Saya pengen naik tronton, teriak di jalanan kepada masyarakat 'ayo tolong kalian diam di rumah, tolong ikuti anjuran pemerintah, kalau kalian tahu berapa banyak jenazah yang kami makamkan setiap hari pasti kalian akan sedih karena jenazah itu tidak ada yang diantar, langsung masuk ke liang lahat'," pinta Nursyamsurya.

View this post on Instagram

Teman-teman, tolong dengarkan Pak Syam ini...Ya Allah..Ya Rabb.. ------ @matanajwa Muhammad Nursyamsurya, sopir mobil jenazah Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, berbagi cerita mengantarkan puluhan jenazah dengan protap COVID-19 dalam sehari. Menjalani tugasnya, Nursyamsurya menyayangkan sikap sebagian besar masyarakat menghadapi pandemi virus corona. "Jalanan Jakarta masih macet. Saya ingin naik tronton, teriak di jalanan kepada masyarakat: tolong kalian diam di rumah! Ikuti anjuran pemerintah! Kalau kalian tahu berapa banyak jenazah yang kami makamkan tiap hari, pasti kalian akan sedih," kata Pak Syam. Saksikan lagi #MataNajwa, "Setop Stigma Corona", selengkapnya di www.narasi.tv. #MataNajwaSetopStigmaCorona #MataNajwadiTRANS7 #Narasi #NarasiNewsroom #bergerakdari #dirumahaja

Sponsored Ad

A post shared by Najwa Shihab (@najwashihab) on

Ketika mengingat bulan puasa sudah semakin dekat, suara Nursyamsurya semakin tidak dapat terkontrol karena emosinya bercampur antara sedih dan marah. Sebagai umat muslim, Nursyamsurya juga ingin bisa salat tarawih berjamaah sekaligus merayakan Idul Fitri seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Sebentar lagi puasa, ingin tarawih berjamaah, ingin Idul Fitri. Sebentar lagi kita puasa, minta tolong. Kita juga punya keluarga, tetangga, kehidupan. Masa harus kehidupan seperti ini terus. Kita harus bersosialisasi. Sedih mbak, tapi masyarakat enggak ada yang ngerti. Capek, tapi itu memang kerjaan," ujar Nursyamsurya sembari menahan air matanya.

Sponsored Ad

Setelah mendengarkan hal tersebut, Najwa hanya sesekali mengangguk dan menundukkan kepalanya. Mendengar curhatan penuh emosi dari Nursyamsurya membuat Najwa sangat mengerti dengan apa yang dirasakannya.

"Saya membayangkan bahkan keluarga Pak Syam di rumah juga sesungguhnya khawatir melihat Pak Syam setiap hari harus berjibaku melakukan pekerjaan tapi di sisi lain banyak masyarakat yang bahkan tidak peduli dan cuek seperti yang tadi Bapak Syam katakan," tandas Najwa.

Sumber: wow keren

Kamu Mungkin Suka