Geger, Warga Wonogiri Gunakan Hal Ini Sebagai Jimat Tangkal Virus Corona, Bupati Sampai Angkat Bicara!

Pandemi virus Corona atau COVID-19 terus menyebar di seluruh Indonesia dan meresahkan warga. Dilansir dari TheJakartaPost pada Minggu (5/4), beberapa warga Wonogiri, Jawa Tengah, telah menggunakan jimat, yang mereka percaya akan membantu melindungi mereka dari infeksi virus Corona.

Jimat yang mereka percayai termasuk batu akik (cincin batu permata), kain bertuliskan huruf Arab dan gelang akar bahar (akar hitam hangus). Warga Wonogiri mendapatkan jimat dengan membelinya dari dukun setempat.

Sponsored Ad

Warga dusun Manjung, Warsito mengatakan bahwa ia dan teman-temannya membeli kain yang tidak diputihkan dengan tulisan Arab dari seorang dukun yang tinggal di sebelahnya. Menurut Warsito, orang sering mengunjungi dukun tersebut untuk membantu menyelesaikan masalah mereka, mulai dari masalah keuangan hingga masalah keluarga.

Warsito mengatakan, "Dia sudah lama bekerja sebagai dukun. Saya hanya membeli jimat ini sebagai bentuk pencegahan. Saya juga menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dan tinggal di rumah."

Sponsored Ad

Warga lain bernama Widodo mengunjungi seorang dukun di Pule, Selogiri. Ia memperoleh batu akik diklaim mampu mencegah infeksi COVID-19. Mirip dengan Warsito, Widodo juga mengatakan ia juga tetap menjaga kebersihan untuk menghindari virus.

"Saya pergi ke dukun untuk urusan lain, tapi mereka memberiku batu permata. Saya memakainya karena mereka memberikannya kepadaku," ungkapnya.

Sponsored Ad

Widodo menjelaskan bahwa batu akik itu dikenal sebagai tapak jalak, sejenis batu akik yang sering digunakan untuk menangkal kemalangan. "Harganya hanya Rp 100.000," kata Widodo.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo yang akrab disapa Jekek mengatakan bahwa beberapa warganya masih percaya pada takhayul dan menekankan bahwa jimat tidak akan menghentikan penyebaran COVID-19.

"Jika kalian ingin menghindari COVID-19, kalian harus mempertahankan gaya hidup yang higienis dan sehat, serta menjaga jarak dari keramaian. Pemerintah sudah mengeluarkan pedoman, warga hanya harus mengikutinya," kata Jekek. "Mencuci tangan dengan sabun jauh lebih efektif daripada menggunakan batu akik atau membaca mantra," tambahnya.

Sponsored Ad

Jekek juga meminta publik untuk lebih logis, mengatakan, "Tolong jangan percaya sumber yang menyesatkan untuk informasi tentang COVID-19, seperti informasi yang mengklaim virus hanya dapat menginfeksi orang mulai pukul 6 malam sampai jam 6 pagi karena (virus) mati di siang hari."

Sumber: wow keren

Kamu Mungkin Suka