Petir Di Siang Bolong, Ahli Sebut Social Distancing Bisa Diberlakukan Sampai 2022, Jika Hal Ini Tidak Terwujud!

Salah satu cara untuk mencegah penularan virus corona adalah dengan melakukan social distancing.

Kita diharuskan menjaga jarak dengan orang lain setidaknya satu meter.

Karena itu juga kita diharuskan di rumah saja jika tidak ada keperluan penting.

Tapi sampai kapan social distancing ini akan berlangsung?

Apakah hanya selama wabah virus corona ini saja?

Di tengah sibuknya pejabat kesehatan dan bahkan rencana presiden Amerika Serikat untuk membuka kembali perekonomian AS dan mengangkat aturan social distancing, sebuah studi dari Harvard University justru mengabarkan hal yang muram.

Sponsored Ad

Studi yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah mengatakan bahwa penerapan social distancing yang berselang-seling dibutuhkan sampai kira-kira tahun 2022 mendatang jika tidak ada vaksin atau obat farmasi yang mampu menyembuhkan virus corona.

Penelitian itu mengungkapkan bahwa total kejadian infeksi akibat Covid-19 selama lima tahun ke depan akan sangat bergantung pada sirkulasi teratur setelah gelombang pandemi di awal.

Pada akhirnya, tergantung pada durasi kekebalan yang diberikan oleh infeksi Sars-Cov-2 itu.

Sponsored Ad

Para peneliti mempelajari virus corona lain yang berkaitan dengan virus corona novel (saat ini) yang menyebabkan Covid-19 mensimulasikan sejumlah hasil potensial untuk pandemi saat ini.

Mereka berpendapat menerapkan langkah-langkah jarak sosial yang dilakukan hanya satu kali dapat mengakibatkan "epidemi puncak tunggal berkepanjangan" yang melelahkan sistem perawatan kesehatan.

Sponsored Ad

"Jarak yang terputus-putus (berselang-seling) mungkin diperlukan hingga tahun 2022 kecuali jika kapasitas perawatan kritis meningkat secara substansial atau pengobatan atau vaksin (telah) tersedia," begitu ungkap para peneliti dalam studi tersebut.

Menurut penelitian dari studi tersebut, simulasi transmisi (penularan) ditemukan pada:

1. Semua skenario model, SARS-CoV-2 mampu menghasilkan wabah besar terlepas dari waktu pembentukan.

2. Sama seperti pandemi influenza, banyak skenario menyebabkan SARS-CoV-2 memasuki sirkulasi jangka panjang bersama dengan virus beta corona manusia lainnya.

Sponsored Ad

3. Variasi musiman yang tinggi dalam penularan menyebabkan insiden puncak yang lebih kecil selama gelombang pandemi awal tetapi wabah musim dingin dapat berulang yang lebih besar.

4. Kekebalan jangka panjang secara konsisten menyebabkan eliminasi efektif SARS-CoV-2 dan insiden infeksi keseluruhan yang lebih rendah.

5. Tingkat kekebalan silang yang rendah dari virus beta corona lain terhadap SARS-CoV-2 dapat membuat SARS-CoV-2 tampak mati, hanya untuk muncul kembali setelah beberapa tahun.

Sumber: Fame

Kamu Mungkin Suka