Ratusan Pasien Corona Di Surabaya Diperlakukan Begini, Tri Rismaharini Murka Hingga Nekat Demo Dewean!

Jumlah pasien positif virus corona di Indonesiasemakin hari semakin meningkat.

Selain Jakarta, wilayah Jawa Timur juga disebut-sebut memiliki jumlah pasien yang cukup banyak.

Peningkatan pasien positif ini salah satunya terjadi di kota Surabaya, Jawa Timur.

Pada Senin (20/4/2020), Pemerintah Kota Surabaya mencatat terdapat 223 kasus aktif positif virus corona baru.

Sponsored Ad

Ironisnya, bertambahnya pasien di Surabaya tak sejalan dengan jumlah ruang isolasi di rumah sakit.

Alhasil, ada sebagian pasien positif yang terpaksa harus rawat jalan dan tidak dirawat inap.

"Kemarin saya juga meminta rumah sakit menerima seluruh pasien positif. Di data kami, ada 116 pasien positif rawat jalan, kemudian 107 rawat inap.

Karena rumah sakitnya enggak cukup, akhirnya (116 pasien) dirawat jalan," ujar Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Senin (20/4/2020).

Sponsored Ad

Sebenarnya Risma tak ingin ada pasien positif yang melakukan karantina mandiri atau rawat jalan.

Sebab, ia khawatir pasien tersebut nantinya justru menularkan virus kepada anggota keluarga lain.

"Karena kalau di rumah itu, ada yang negatif kemudian ada yang positif, dia yang negatif ngerawat yang positif, sulit sekali dia tidak menjadi positif," ujar Risma.

Sponsored Ad

Saking tak terimanya, Risma bahkan sampai ingin protes karena banyak pasien Covid-19 yang tak tertampung di rumah sakit.

Akan tetapi, niatnya itu batal dilakukan setelah pihak rumah sakit menambah ruangan untuk menampung pasien positif corona.

"Kemarin sampai aku mau demo, demo dewean (sendirian) aku. Akhirnya rumah sakit - rumah sakit itu (mau) ngasih beberapa tempat untuk warga Surabaya dengan menambah ruangan," ungkap Risma.

Kendati demikian, Risma mengakui jumlah ruangan tambahan itu tetap belum cukup menampung seluruh pasien positif corona yang aktif saat ini.

Sponsored Ad

Melihat hal tersebut, Risma pun menyebut sulit memutus mata rantai penyebaran Covid-19 jika masih ada pasien positif corona yang tak dirawat di rumah sakit.

"Kita kan susah, katanya suruh memutus mata rantai penularan, gimana bisa motong (penyebaran corona) kalau (pasien positif) dirawat di rumah," pungkasnya.

Sumber: fame

Kamu Mungkin Suka